VoIP Makin Menggiurkan
Aug 14th, 2007 by Penuliskita
![Voip [Voice Over Internet Protocol]](http://www.penuliskita.com/wp-content/photos/TI/Voip.jpg)
Apapun ukuran bisnis mulai bisnis kelas gurem, menengah hingga raksasa adala investasi teknologi VoIP ini menjadi bidikan jitu ketimbang memulai dari teknologi telepon analog yang makin usang. Pelakon bisnis yang memanfaatkan VoIP memetik keuntungan dari biaya panggilan yang rendah (bahkan bisa gratis), penerimaan yang makin jelas dan integrasi teknologi serta aplikasi. Bagi telepon analog, hal itu hanya bisa menjadi penonton.
Penikmat VoIP amat beragam. Mulai dari jumlah user yang hanya 5 user hingga yang terbesar pada Bank of America yang meraup angka 180.000 user. Pada artikel ini, saya suguhkan kapan Anda harus mengambil keputusan beralih ke VoIP, analisa solusi hingga implementasi.
Perusahaan Anda sekarang mungkin belum menerapkan panggilan telepon melalui standar Internet (VoIP). Tapi peralihan panggilan telepon analong ke VoIP tampaknya hanya menunggu waktu. Cepat atau lambat, arahnya ke memang kesana.
Sebelum beranjak lebih jauh, kita samakan dulu definisi VoIP dan IP Telephony. VoIP (Voice Over Internet Protocol) adalah panggilan telepon yang diboncengkan ke jaringan data IP (Internet Protocol) baik itu Internet publik maupun jaingan Internet dalam suatu perusahaan.

Sedangkan IP Telephony adalah teknologi yang menggawangi VoIP. Meliputi keseluruhan layanan telepon termasuk VoIP yang terdiri interkoneksi antar perangkat telepon untuk berkomunikasi; infrastruktur data; layanan terkait seperti billing dan fitur dasar semisal conferencing, transfer, forward, hold dan lainnya. IP Telephony menjadi istilah yang mendasari dari seluruh aplikasi real time pada IP, termasuk suara pada instant messaging (IM) dan videoconferencing
IP Telephony mengkonversi suara menjadi paket digital dan mentransmisikannya melalui jaringan data. Dengan mengkombinasikan suara dan data dalam satu jaringan, perusahaan akan menghemat biaya karena hanya butuh satu infrastruktur untuk merawat dan memanajemen. Selain itu, kapasitas jaringan akan digunakan lebih efisien.
Pencapaian efisiensi dikarenakan paket yang dikirimkan tersebut lebih baik dalam memanfaatkan bandwidth ketimbang circuit. Pada pengendali lalu lintas suara circuit-switch konvensional, seluruh bandwidth dari koneksi didedikasikan pada percakapan telepon semata. Bahkan jika tidak ada suara yang ditransmisikan sekalipun.
Rute yang harus dilalui melalui IP Telephony adalah menginstal sistem Private Branch Exchange (PBX) yang mampu menyuguhkan layanan baik telepon circuit-switch konvensional atau model IP.
Selain memasang investasi baru IP Telephony, perusahaan bisa pula mengupgrade PABX yang telah dimiliki agar mampu menangani IP. Penyedia layanan sistem telepon seperti Nortel dan Cisco, telah menyuntikkan kapasitas IP Telephony pada produk mereka. Inilah alasan yang memungkinkan pelanggan korporat untuk beralih ke perlengkapan berbasis Internet Protocol (IP).
Peralihan sistem telepon analog (tradisional) menuju yang berbasis IP tampaknya memang semakin menggebu. Hl ini merujuk data riset besutan Gartner Dataquest. Mari kita tarik perbandingan data beberapa tahun kebelakang dan mendatang. Periset ini
memprediksi, penjualan sistem telepon perusahaan berkemampuan IP terjual 2 miliar dolar AS paa 2003 silam. Bandingkan dengan circuit-switch PBX konvensional yang tak lebih dari 1,6 miliar dolar AS. Hingga penghujung 2007 ini, Gartner memperkirakan 97% dari total sistem telepon yang dilempar ke pasar akan dibekali kapabilitas IP. Mirip dengan riset Gartner, periset lain Dell’Oro Group juga memprediksi IP Telephony akan merampok sistem telepon analog.
Penghematan biaya telepon dan didongkraknya produktivitas adalah alasan utama beralihnya perusahaan dari telepon analog ke IP Telephony.
Apakah telepon VoIP legal? Jawabannya sangat legal. Selama panggilan telepon VoIP dilakukan sesama kantor cabang dan dilakukan net-on-net di dalam maupun antar
Bagaimana prospek IP Telephony di Indonesia? IP Telephony akan terus merangsek ke depan walau akselerasinya mungkin tak akan seresponsif perkembangan di dunia. Investasi infrastruktur dan kurangnya pemahaman dakan potensi IP Telephony tampaknya menjadi tantangan tersendiri.






legal, tapi ditangkapi. sungguh endonesia…
Dunia Amatir Radio juga sudah memanfaatkan VoIP dalam berkomunikasi dengan sesama Amatir Radio baik nasional maupun internasional
thanks for the information
Terima kasih atas informasi menarik